sumber : http://news.detik.com/read/2012/08/10/115844/1988190/10/5/contoh-mereka-tokoh-indonesia-yang-dikenal-berintegritasnd771108bcj

Lepas dari segala kontoversinya dalam Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Natsir adalah tipe pejabat yang tak bergelimang harta. Natsir, yang mendapat gelar sebagai pahlawan nasional pada 10 November 2008 dikenal sebagai sosok yang penuh sopan-santun dan rendah hati. Natsir juga negarawan yang sangat bersahaja dalam kehidupan sehari-harinya.

Indonesianis terkemuka dari Cornell University, Amerika Serikat (AS), George McTurnan Kahin, menuturkan kesan sederhana yang ia tangkap dari Natsir. Ketika itu, tahun 1948, Kahin tengah berkunjung ke Yogyakarta yang menjadi pusat pemerintahan RI dan bertemu Natsir.

Penulis buku “Nasionalisme dan Revolusi di Indonesia” (1952) ini melihat penampilan Natsir yang hampir-hampir tak menunjukkan seorang menteri penerangan. Natsir mengenakan jas yang penuh dengan tambalan di sana-sini. Kahin belakangan tahu kalau para staf Kementerian Penerangan mengumpulkan uang untuk membeli baju buat Natsir.

Ketika menjadi perdana menteri pada Agustus 1950, penampilan Natsir juga tidak banyak berubah. Natsir menempati rumah bekas Soekarno di Jl Pegangsaan Timur (kini Jl Proklamasi), Jakarta Pusat. Sebelum pindah ke rumah tersebut, Natsir dan keluarganya tinggal menumpang di sebuah gang di Jl Jawa dan lalu di kawasan Tanah Abang.

Setelah melepas jabatan sebagai perdana menteri, Natsir menanggalkan mobil dinasnya di Istana Kepresidenan. Ia memilih untuk membonceng sopirnya pulang ke rumah Jl Proklamasi. Tak berapa lama, Natsir dan keluarga kembali pindah ke Jl Jawa.