DSC_0477Pada tahun 2014, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dit. Diktendik), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) kembali menyelenggarakan pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional. Penghargaan ini diberikan kepada kepada mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan berprestasi di Indonesia, termasuk pengelola keuangan.

Anwar Syam, SE, salah satu staf Kantor Audit Internal (KAI) IPB (sekarang staf Unit Layanan Pengadaan IPB) mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1 Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Nasional 2014. Anwar membuat Sistem Monitoring Audit Internal Keuangan Perguruan Tinggi (SIMAIK-PT) sebagai karya inovasi unggulnya.

“Aplikasi SIMAIK-PT ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh hasil pemeriksaan internal maupun eksternal melalui pengelolaan keuangan. Selama ini, sistem yang ada belum bisa melihat apa yang menjadi titik rawan  dari hasil pemeriksaan tersebut. Target aplikasi ini adalah seluruh pimpinan unit kerja, bahkan pimpinan IPB dapat mengetahui titik rawan tersebut,” papar Anwar.

SIMAIK-PT memilki beberapa kelebihan, dari segi waktu, apabila menggunakan aplikasi konvensional membutuhkan waktu 30 hari sedangkan dengan aplikasi ini hanya membutuhkan waktu satu hari. Dengan aplikasi ini, sumberdaya manusia yang diperlukan pun berkurang, yang tadinya lima menjadi satu orang saja. Penggunaan aplikasi ini terbukti mengurangi biaya dan menambah kecepatan kerja dan memudahkan waktu untuk pencarian data.

DSC_0453

foto bersama Menteri Riset dan Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Prof. M. Natsir) 

Laporan dari Tindak Lanjut Hasil Audit (TLHA) yang sudah dilakukan dapat terlihat langsung up to date di dalam aplikasi ini. Aplikasi ini juga dapat menghasilkan laporan hard copy dan soft copy. Aplikasi ini berbasis Microsoft Excel yang sangat familiar digunakan, sekaligus dapat secara otomatis melihat, mengkelompokan, dan merangkum titik rawan temuan institusi berdasarkan kodefikasi yang sudah ditentukan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) melalui Keputusan BPK RI No.5/K/I-XIII.2/8/2010 tentang Petunjuk Teknis Kodering Temuan Pemeriksaan BPK RI.

“Bagian-bagian dalam aplikasi ini adalah terdiri dari empat bagian yaitu Input, Tabel, Peta Tindak Lanjut Hasil Audit (TLHA), dan Kodefikasi,” kata Anwar. Input berfungsi sebagai file database yang meng-input seluruh hasil temuan yang ada dari hasil pemeriksaan, yang selanjutnya akan menjadi dasar dari bagian-bagian yang lain. Sedangkan tabel temuan adalah rekam jejak dari tabel jumlah hasil temuan yang diperoleh, sehingga memudahkan pimpinan untuk melihat kelompok mana saja yang paling banyak menjadi temuannya.

Menariknya, aplikasi ini dilengkapi dengan peta TLHA berfungsi sebagai laporan dari hasil temuan yang diperoleh sehingga pimpinan bisa mengetahui harus fokus dimana hasil temuan yang ada dan dapat mengetahui hasil temuan mana yang sudah ditindaklanjuti atau belum oleh perguruan tinggi.

Pria kelahiran Bogor 29 tahun silam ini menyatakan, “Peta ini ditandai dengan warna. Warna hijau menandakan bahwa di kode tersebut tidak ada temuan hasil pemeriksaan. Warna kuning menandakan bahwa terdapat 1-2 temuan yang belum ditindaklanjuti. Sedangkan warna merah menandakan bahwa terdapat lebih dari 2 temuan yang belum ditindaklanjuti.”

“Kodefikasi berfungsi sebagai acuan dalam pengelompokan hasil temuan pemeriksaan yang ada, sehingga saat operator ataupun pimpinan ingin mengetahui kode-kode itu artinya apa, hanya perlu meng-klik bagian ini agar dapat diperoleh pengertian dari kode-kode tersebut,” kata Anwar.

Aplikasi ini masih awal dan diharapkan dapat dikembangkan karena memiliki potensi besar sehingga pimpinan unit kerja dan pimpinan IPB dapat mengakses ini dengan mudah secara online dengan Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN).

“Suatu aplikasi atau sistem pada dasarnya memiliki tujuan untuk memudahkan pekerjaan bukan berarti membuat rumit. Kebanyakan sekarang yang ada malah membuat pekerjaan semakin rumit. Saya membuka peluang bagi teman-teman pengelolaan keuangan yang lain untuk mengembangkan aplikasi ini agar dapat digunakan secara luas. Semoga dengan aplikasi ini transparansi dalam pengelolaan keuangan muncul, keterbukaan informasi tercipta, dan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel dalam artian, tepat waktu, efektif, efisien, ekonomis, dapat dipercaya serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasilnya terlegitimasi.” (RF)

Leave a Reply