Mungkin inilah beberapa kegelisahan yang sedang di dera bangsa ini, berbeda dengan kegelisahan yang muncul dari berbagai bidang, ini adalah kegelisahan tentang hilangnya Budaya yang sangat penting bagi kehidupan bermasyarakat, yaitu Budaya Malu, mungkin kita sekarang ini sudah bosan dan kesal dengan berbagai macam berita baik media elektronik maupun cetak, tentang banyaknya orang yang sudah tidak memiliki Budaya Malu, baik Malu atas diri sendiri, keluarga, intitusi, agama bahkan bangsa, dan lebih parahnya lagi orang yang tidak memiliki Budaya Malu ini dengan bangga dan sombong menyebarkan Budaya Tanpa Malu tersebut ke seluruh pelosok negeri ini, yang lebih menyedihkan lagi adalah orang tersebut malah di hargai dan di hormati di masyarakat ini, belum lagi orang yang hanya mementingkan dirinya sendiri tanpa memperdulikan orang lain, dan dengan bangga berkata-kata seolah olah dia adalah orang yang paling benar dan paling mengerti, padahal semakin orang merasa mengerti semakin jauh orang tersebut dimengerti oleh orang lain, belum lagi banyaknya orang2 opportunities, yang melihat kondisi menguntungkan, saat ada peluang menguntungkan dengan Tanpa Rasa Malu orang itu baru bergerak dan mengambil keuntungan.

saya sebagai anak bangsa merasa aneh dengan kejadian ini apakah Budaya Malu ini sudah hilang? atau memang jamannya sudah berubah? sehingga sekarang ini Budaya Malu menjadi budaya primitif yang harus di ganti dengan Budaya Tanpa Malu? mau dibawa kemana bangsa ini? bagaimanakah 10 tahun bangsa ini kedepan? apakah kita hanya bisa sebagai penonton saat ini, yang hanya duduk manis dan dianggap sebagai bahan berita biasa setiap hari, saya katakan tidak. kita dapat berubah, dengan dimulai dari diri sendiri dengan menerapkan Budaya Malu dari hati yang paling dalam dan mempraktikannya di hari2 yang kita jalani, saya sebagai anak bangsa tidak ridha dan ikhlas jika Budaya Malu yang sangat kuat di bangsa ini pada tahun2 kemarin ini akan hilang di telan zaman, dan di sengaja di hancurkan oleh orang2 yang tidak mempunyai Rasa Malu.

Saya yakin  dari pegawai swasta sampai pegawai negeri, dari pemulung sampai pejabat sebenarnya masih memiliki sedikit rasa empati pada Budaya Malu ini, sehingga dapat kita lestarikan budaya ini sampai 1000 tahun lagi, jangan ragu untuk mengatakan tidak dan jangan malu kita mengatakan bahwa kita ini adalah orang yang masih memiliki Budaya Malu.

Leave a Reply