sumber : http://kemdiknas.go.id/kemdikbud/berita/239

Jakarta — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menyatakan bahwa rancangan undang-undang (RUU) perguruan tinggi yang saat ini disusun pemerintah sangat berpihak kepada rakyat miskin. Hal tersebut diungkapkan Mendikbud kepada wartawan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, di Jakarta, Rabu(4/4). “RUU perguruan tinggi ini sangat pro-poor“, kata Mendikbud. RUU perguruan tinggi tersebut sudah hampir final dan tinggal menunggu persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Keberpihakan kepada rakyat miskin ditunjukkan dengan cara membuka akses seluas-luasnya kepada anak-anak Indonesia untuk masuk ke perguruan tinggi negeri (PTN), jelas Menteri Nuh. “Kita akan dorong sebanyak-banyaknya anak-anak Indonesia agar bisa kuliah”, kata penerima Medali Emas Kemerdekaan Pers 2012 ini.
Syarat pertama agar akses ke perguruan tinggi terbuka luas yaitu perguruan tinggi negeri harus ada di setiap provinsi. Selain itu akan dikembangkan akademi komunitas di tiap kabupaten / kota, dan pendidikan jarak jauh untuk daerah-daerah yang terpencil. “Satu lagi, pendidikan khusus dan layanan khusus juga harus ada di jenjang pendidikan tinggi.” jelas Menteri Nuh.
Selain itu aspek keterjangkauan harus ada agar anak-anak dari keluarga miskin dapat menikmati pendidikan tinggi. Keterbatasan biaya jangan sampai menghalangi anak-anak masuk PTN, bahkan biaya pendaftaran juga akan ditanggung pemerintah. Untuk melindungi masyarakat, pemerintah juga akan menentukan standar biaya untuk tiap-tiap program studi, jelas Mendikbud. “Ini benar-benar pro-poor!” tegas Mendikbud. (NW)

Leave a Reply