Semakin besar suatu bangsa maka semakin besar pula masalah yang ada, mungkin hal tersebut sesuai dengan istilah semakin besar pendapatan diikuti pula pengeluaran yang tambah besar, tapi apakah sesuatu hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak dapat ditentukan oleh voting, yang katanya orang yang melakukan voting tersebut adalah perwakilan masyarakat atau orang – orang terpilih yang di berikan amanah oleh rakyat, saya kira sangat berat jika suatu hal harus selalu dilakukan voting, apakah tidak ada cara lain selain voting, apakah dengan musyawarah tidak bisa, bukankah di Pancasila sudah ada sila ke 4 yang menyatakan bahwa musyawarah tersebut untuk mendapatkan keadilan, saya kira wakil-wakil rakyat sudah lebih paham makna dan arti serta Pancasila sehingga tidak usah saya bahas lebih lanjut.

Bukankah dengan musyawarah akan terlihat lebih kekeluargaan dan lebih efektif dibandingkan dengan voting, bukankah kita adalah negara yang majemuk yang menghargai semua rakyat dan golongan tanpa kecuali, baik golongan kecil maupun golongan besar, rakyat kecil maupun rakyat besar, bukankah dengan melakukan voting yang menentukan adalah golongan terbesar dan menggilas golongan kecil,  sehingga kekuatan untuk menentukan jika menggunakan voting adalah jumlah terbanyak dengan mengkesampingkan pendapat benar atau salah, yang penting adalah jumlah terbanyak, sehingga muncul spekulasi apakah rakyat setuju dengan menentukan  kebijakan lewat suara terbanyak, sehingga apa fungsinya pemilihan wakil rakyat yang menjadi hajatan besar untuk rakyat yang memilih wakilnya, jika suatu kebijakan hanya dilakukan voting, jika hal tersebut terjadi buat apa ada wakil rakyat, saya kira rakyat pun bisa melakukan voting, hanya untuk menentukan kebijakan, jika yang dilihat adalah jumlah terbanyak, saya kira wakil yang kita pilih adalah orang-orang cerdas yang mengerti dan paham apa itu kebutuhan konstituennya atau yang memilihnya, saya kira hal apapun dapat di musyawarahkan asalkan dilakukan dengan mengedepankan kepentingan rakyat banyak di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Saya berpesan pada yang akan menentukan kebijakan hajat hidup orang banyak, apapun yang anda lakukan dan tentukan, semua akan diminta pertanggung jawaban nya di dunia, menjelang kematian dan akherat.

Anwar Syam, 30_03_2012

Leave a Reply