Dalam suatu kebijakan pasti memiliki tujuan, harapan dan subjek yang jelas, yang menentukan kebijakan tentulah orang pintar yang memiliki niat dan harapan atas sesuatu yang telah di putuskan, layaknya seorang panglima perang, yang sedang berada di medan pertempuran, semua keputusan tentu harus dibuat dengan cepat, tepat dan efektif, apalagi hal ini mengenai hidup mati pasukannya yang sedang berperang, tapi apa yang bisa diperbuat oleh seorang panglima perang jika di medan perang banyak pasukannya yang tidak bisa memberikan pendapat dan masukan yang bijaksana kepada sang panglima perang atas situasi di medang perang, sehingga banyak pasukan yang harus di korbankan demi kemenangan sesaat di medan perang, mungkin hal itu hampir sama dalam menentukan kebijakan atas kenaikan kenaikan harga BBM saat ini, bagi khalayak ramai terutama masyarakat yang relatif memiliki penghasilan tetap dan hidup serba berkecukupan, mungkin berita kenaikan BBM ini hanya dilihat sebagai berita penghibur baik di pagi hari maupun sore hari pada saat akan berangkat dan pulang mencari nafkah untuk anak dan istri, karena naik atau tidak naik bagi subjek seperti tadi tidak berpengaruh sama sekali, namun hal yang sama akan berbeda sangat jauh jika dibandingkan dengan subjek yang hanya bekerja di sektor non formal yang hanya mendapatkan nafkah seadanya dan belum tentu cukup untuk menghidupi keluarganya, berita kenaikan BBM ini pastilah sangat terasa dan lebih terasa dengan keadaan perekonomian yang tidak jelas arah dan tujuannya,  apakah besok masih akan bekerja atau tidak, apakah besok masih ada orang yang menggunakan jasanya. Hampir setiap tahun angka kemiskinan dijadikan tumbal sebagai bahan dan dasar acuan bahwa suatu negara telah melindungi dan melayani rakyatnya, naik turunnya inflasi menjadi topik dan perbincangan hangat di setiap media televisi, yang dianggap sebagai dasar maju mundurnya suatu perekonomian, padahal bagi rakyat bukan itu yang menjadi barometer dan tolak ukur negara melayani rakyatnya, yang dibutuhkan oleh rakyat hanya tersedianya sandang pangan yang murah, pekerjaan yang  layak dan jauh dari PHK, serta hukum yang menjunjung tinggi keadilan, tanpa membedakan jenis rakyat.

Kenaikan harga BBM ini lambat cepat pasti akan terjadi, tetapi sebaiknya dilihat dan perlu dikaji lagi lebih dalam apakah rakyat pada saat sudah siap dengan kenaikan BBM, apakah tidak ada opsi lagi yang lebih bijak dan elegan dalam mensikapi hal ini, apakah mungkin ini adalah jalan terakhir untuk menyelamatkan perekonomian suatu negara, saya kira sang pemegang keputusan lebih tahu dampak dari kebijakan yang akan di ambil ini, karena suatu negara dibentuk dan ada adalah untuk melindungi seluruh rakyatnya tanpa kecuali, walaupun bentuk perlindungan ini berbeda-beda, bentuk dan caranya. Apakah dengan cara menaikan harga BBM suatu negara melindungi rakyatnya?  atau hanya sebagai suatu kebijakan atas desakan pihak lain agar negara terkesan menyerah pada keadaan pasar dunia, saya kira suatu kebijakan yang baik pasti akan memunculkan hal yang baik pula bagi rakyat, tapi sebaliknya jika suatu kebijakan terlihat dipaksakan dan memiliki tujuan yang tidak baik, maka tunggulah hasilnya.

Anwar Syam, 29 Maret 2012

Leave a Reply