1. Audit Pentaatan
AuditPentaatan memiliki sifat:
1.    Menilai ketaatan terhadap peraturan, standar dan pedoman yang ada.
2.    Meninjau persyaratan perizinan dan pelaporan.
3.    Melihat pembatasan pada pembuangan limbah udara, air dan padatan.
4.    Menilai keterbatasan peraturan dalam pengoperasian, pemantauan dan pelaporan sendiri atas pelanggaran yang dilakukan perusahaan.
5.    Sangat mengarah pada semua hal yang berkaitan dengan pentaatan.
6.    Dapat dilakukan oleh petugas (kelompok/perusahaan) setempat.

2. Audit Manajemen
Audit jenis ini mempunyai sifat:
1.    Menilai keefektifan sistem manajemen internal, kebijakan perusahaan dan resiko yang berkaitan dengan manajemen bahan.
2.    Menilai keadaan umum dari peralatan, bahan bangunan dan tempat penyimpangan.
3.    Mencari bukti/kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi.
4.    Menilai kualitas pengoperasian dan tatalaksana operasi.
5.    Menilai keadaan catatan/laporan tentang emisi, tumpahan, keluaran, dan penanganan limbah.
6.    Menilai tempat pembuangan secara rinci.
7.    Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan masyarakat

3. Audit Produksi Bersih dan Minimisasi Limbah
Audit jenis ini mempunyai sifat:
1.    Menilai kefektifan sistem manajemen internal, kebijakan perusahaan dan resiko yang berkaitan dengan manajemen bahan.
2.    Menilai keadaan umum dari peralatan, bahan bangunan dan tempat penyimpangan.
3.    Mencari bukti/kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi.
4.    Menilai kualitas pengoperasian dan tatalaksana operasi.
5.    Menilai keadaan catatan/laporan tentang emisi, tumpahan, keluaran, dan penanganan limbah.
6.    Menilai tempat pembuangan secara rinci.
7.    Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan masyarakat

4. Audit Konservasi air
Sifat audit ini adalah:
1.    Mengidentifikasi sumber air penggunaan air dan mencari upaya untuk mengurangi penggunaan air total melalui usaha pengurangan, penggunaan ulang dan pendaur-ulangan

5. Audit Konservasi Energi
Sifat audit ini adalah:
1.    Melacak pola pemakaian tenaga listrik, gas dan bahan bakar minyak dan mencoba untuk mengkuantifikasikan serta meminimalkan penggunaannya

6. Audit Pengotoran dan Kontaminasi Lokasi Usaha
Sifat audit ini adalah:
1.    Menilai kedaan pengotoran lokasi perusahaan akibat pengoperasian yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan.
2.    Melakukan pengambilan contohdari lokasi dan melakukan penganalisaan contoh sampel tersebut untuk jangka waktu yang cukup panjang dan merupakan hal yang khusus pada audit jeni sini (audit lain tidak melakukan pengambilan sampel).
3.    Melakukan pengelolaan secara statistik terhadap hasil audit, jika di perlukan

7. Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Jenis audit ini memiliki sifat:
1.    Menilai tatalaksana operasional pekerjaan, pengelolaan bahan dan limbah berbahaya, pembuangan bahan pencemar dan sejenisnya, yang berhubungan erat dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
2.    Audit ini memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menetapkan apakah perusahaan tersebut sudah mentaati peraturan tentang keselamatan dan kesehatan kerja.

8. Audit Perolehan (Procurement Audit)
Sifat audit ini adalah:
1.    Meninjau praktek pembelian
2.    Mengidentifikasi hasil produksi dan peralatanal ternatif.
3.    Dapat dilakukan terpisah atau sebagai bagian audit minimisasi limbah atau audit produksi bersih.
4.    Biasanya melibatkan pegawai bagian pembelian.
5.    Melihat alternatif dari yang sederhana sampai genting (cradletograve)

Sumber : http://www.slideshare.net/smilovic/jenis-jenis-audit-lingkungan

Leave a Reply