Sedikit tetapi yang penting ada, itulah suatu harapan yang selalu kita anggap membuat kita semangat dalam menjalankan suatu usaha, tetapi ini konotasi dari kata tersebut namun ini bukan lagi suatu hal yang kecil tetapi besar, yaitu  “ kemiskinan “  itulah kata yang selalu membuat kita membayangkan dan berimajinasi berbagai persepsi mengenai kata itu, kemiskinan bukan lagi hal yang kecil atau sedikit tetapi kata yang menembus seluruh aspek segi kehidupan baik negara maju maupun negara berkembang tampa kecuali. Kemiskinan dapat menjadi bom waktu yang dapat meledak kapanpun tetapi pasti, sebab kemiskinan memiliki arti yang sangat luas dan berdampak atas ekonomi, sosial, politik, agama, budaya dan yang lainnya, oleh karena itulah menurut Al Ghazali  “ orang yang kuat secara ekonomi maka hidupnya akan bebas, jauh dari ketergantungan pada orang lain dan dapat menjalankan ajaran agama secara sempurna, misalnya zakat, infak, sedekah dan ibadah haji ” , itulah sebabnya kemiskinan harus dijadikan sebagai faktor utama dalam menentukan suatu kebijakan.

Raksasa ini harus segera di sinergikan, siapakah raksasa itu?  yaitu Pemerintah,  Zakat dan Wakaf. 1) Pemerintah adalah sebagai pengawas yang berfungsi untuk menjaga dan mengontrol  dana zakat dan  wakaf yang di wakili oleh departemen keuangan, kenapa departemen keuangan, karena dalam hal ini pastilah departemen keuangan yang merupakan pondasi ekonomi tersebut memiliki sumber daya manusia yang sangat profesional dalam hal  pengelolaan keuangan, hal ini bukan berarti pihak swasta tidak bisa mengelola dana zakat dan wakaf tetapi justru pemerintah harus mendukung dan memberikan dukungan yang sebesar – besarnya atas kinerja pihak swasta yang mengelola dana zakat dan wakaf bukan dijadikan pesaing seperti halnya berbisnis, sebab semakin banyak pihak yang menjadi pelaku dalam mengelola dana zakat dan wakaf maka akan semakin besar peluang untuk mengumpulkan dana zakat dan wakaf, sehingga para wajib zakat dan wakaf memiliki pilihan yang beragam dalam menyalurkan dana zakat dan wakafnya, dalam pengelolaannya pun harus bersifat profesional bukan lagi  bentuk sosial yang selama ini banyak di persepsikan oleh banyak orang. 2) Zakat yaitu bentuk kewajiban seorang muslim yang mengharuskan berbagi harta dengan cara yang telah di tentukan oleh aturan yang berlaku, karena dengan potensi zakat yang besar ini otomatis para wajib zakat tidak akan merasa keberatan dalam memberikat hartanya untuk zakat sebab selain sebagai sarana ibadah, zakat juga berfungsi sebagai pemerataan harta yang berlangsung di dalam suatu masyarakat sehingga tidak ada lagi perasaan terpaksa dalam memberikan zakat. 3) Wakaf yaitu bentuk ibadah memberikan sesuatu untuk digunakan dalam jangka lama untuk tujuan yang sesuai dengan syariat.

Jika raksana tersebut bersinergi bukan tidak mungkin bahwa kata kemiskinan akan hilang di dalam bayangan kita selama ini, karena ketiga raksasa tersebut merupakan pondasi awal yang merupakan dasar dalam mengurangi kemiskinan.

Leave a Reply