Redenominasi, itulah satu kata asing yang sekarang masuk dalam telinga kita, namun apakah Redenominasi itu? Redenominasi adalah penyederhanaan penyebutan satuan harga maupun nilai mata uang. Maksudnya, pecahan mata uang disederhanakan tanpa mengurangi nilai dari uang, ( Vivanews.com) contohnya nilai mata uang tetap sama meski angka nolnya berkurang. Misalnya, Rp1.000 menjadi Rp1, sedangkan Rp1 juta menjadi Rp1.000, hal tersebut dilakukan bukan dengan cara otomatis yaitu uang yang beredar langsung di berlakukan misalnya nilai Rp.10.000 menjadi Rp. 10, tetapi dengan cara menarik nilai Rp. 10.000 yang beredar di masyarakat dan mengedarkan nilai mata uang baru yang nilai nya Rp. 10.

Namun pentingkah melakukan Redenominasi terhadap nilai suatu mata uang? Jawabannya adalah tergantung dari kondisi dan situasi dari keadaan negara tersebut, negara Zimbabwe pernah melakukan hal tersebut yaitu  merubah nilai 1 milyar dengan 1 dolar Zimbabwe, karena kondisi negara tersebut yang mengalami hyper inflasi sampai dengan 2.2 juta persen, namun hal tersebut tidak menjadi jalan keluar bagi negara tersebut, malah menjadi sebagai pemacu terjadinya inflasi yang semakin tinggi, pokok utama dari permasalahan ini adalah fungsi utama dari alat tukar menukar yaitu uang, bagaimana bisa adanya wacana Redenominasi, hal tersebut terjadi karena semakin lemahnya nilai suatu mata uang terhadap suatu barang atau jasa akibat dari Inflasi, hal tersebut terjadi karena kurangnya produk dalam negeri yang di gunakan oleh masyarakat luas, sebab semakin kita mengkonsumsi barang impor maka akan semakin lemah pula nilai mata uang suatu negara, belum lagi standar yang digunakan dalam menggunakan uang tersebut, pada saat ini dollar masih menjadi standar untuk menilai mata uang seluruh negara, oleh karena itu semakin suatu negara memiliki dollar yang banyak maka akan amanlah negara tersebut dari Inflasi, namun standar tersebut belum bisa dikatakan ideal untuk digunakan, hal tersebut karena dollar adalah nilai mata uang suatu negara, sehingga negara yang memiliki mata uang tersebut akan semakin kuat dari segi ekonomi, dan mengurangi rasa keadilan terhadap semua negara yang tidak menggunakan dollar sebagai mata uangnya, standar yang paling baik adalah dengan menggunakan emas, dengan emas maka nilai suatu mata uang akan stabil, karena emas bukanlah barang yang dapat di ciptakan dan memiliki nilai instrinstik yang sangat baik sebagai standar mata uang, dan juga harus diimbangi dengan kebiasaan masyarakat untuk menggurangi produk impor dan menggunakan produk dalam negeri.

Oleh karena itu sebaiknya wacana Redenominasi harus di kaji ulang dan di bahas lagi apakah bisa diterapkan, belum lagi dengan keadaan masyarakat yang sepertinya belum siap dengan hal tersebut, bukankah masih banyak lagi permasalahan yang harus diselesaikan daripada menyederhanakan nilai suatu mata uang, jika itu adalah tujuan utamanya, sebaiknya Inflasi yang harus menjadi agenda wacana utama yang semakin tahun semakin tingggi di suatu negara.

Leave a Reply