Dengan seiring berkembangnya ekonomi syariah di indonesia, ternyata mempunyai dampak yang sangat positif sekali terhadap perkembangan perubahan iklim perekonomian yang berjalan, bukti nyata yang terjadi adalah munculnya berbagai macam Lembaga Keuangan Syariah di indonesia khususnya di daerah – daerah yang sudah tentunya mempunyai potensi untuk memberikan keuntungan bagi Lembaga Keuangan Syariah tersebut, tampa memperhatikan apakah para masyarakat mengerti apa yang di sebut dengan konsep syariah tersebut, mungkin masyarakat hanya ikut-ikutan dengan trend yang ada yaitu adanya bagi hasil tampa bunga, dan yang lebih parahnya lagi yang beranggapan bahwa syariah tidak ada bedanya dengan konvensional, yaitu jika di syariah ada sistem bagi hasil dan di konvensional ada sistem bunga, yang bedanya hanya namanya saja, apalagi masyarakat yang hidup di daerah pedesaan yang sangat jauh sekali dan sulit terjangkau dari perkembangan ekonomi yang berkembang seperti di pusat – pusat kota, padahal masyarakat pedesaan sangat antusias sekali dalam memahami konsep syaraiah tersebut, seperti yang terjadi di salah satu tempat desa di kabupaten ciamis dan kuningan jawa barat. Mereka sangat antusias sekali dalam memahami konsep – konsep syariah apalagi dalam hal yag berkaitan dengan transaksi – transaksi syariah, seperti murabahah, mudharabah, musyarakah dan yang lainnya, kenapa hal tersebut terjadi, karena masyarakat tersebut setiap harinya bertransaksi seperti konsep transaksi di atas, namun masih menggunakan konsep kapitalis yaitu yang di untungkan hanya para pemilik modal saja, seperti cerita mitra binaan masyarakat mandiri di salah satu desa kabupaten kuningan-jawa barat yang  ada membeli salah satu hasil panennya dengan hanya menghitung harga berdasarkan taksiran saja, dan apabila terjadi gagal panen maka pihak pembeli tidak mau rugi, dan yang lebih menyakitkan lagi adalah pihak pembeli menggurangi harga yang telah disepakati, padahal dalam konsep perdagangan adalah adanya saling menguntungkan antara pembeli dan penjual.

Dalam konsep Ekonomi Syariah telah di tetapkan bahwa segala aspek yang ada harus bersifat halal dan adil, baik dari segi barang yang diperjual belikan maupun dari jenis transaksinya, itulah yang menjadi penggerak para mitra di desa dampingan masyarakat mandiri di kabupaten ciamis dan cikoneng jawa- barat, untuk mengikuti pelatihan keuangan syariah yang di adakan oleh lembaga masyarakat mandiri beberapa waktu yang lalu, dalam pelatihan tersebut terlihat bahwa para masyarakat sangat antusias dan senang sekali dengan konsep syariah yang ada, namun karena keterbatasan informasi yang ada, maka masyarakat tersebut hanya bisa tahu sekilas tentang ekonomi syariah, walaupun di desa tersebut sudah ada bank syariah, namun itulah yang terjadi, namun setelah pelatihan tersebut ada maka sedikit demi sedikit para masyarakat tersebut paham apa yang disebut dengan akad murabahah, mudharabah dan musyarakah, dan terjadi lah berbagai macam diskusi tentang akad – akad dalam pelatihan ekonomi syariah tersebut.

Mungkin sebaiknya Lembaga Keuangan Syariah tidak hanya berkembang dalam hal lembaganya saja, namun sebaiknya di barengi dengan penyuluhan – penyuluhan tentang konsep ekonomi syariah, tidak hanya ada penyuluhan – penyuluhan di kota dan di hotel saja, tapi sebaiknya di daerah – daerah pedesaan yang sebenarnya merekalah masyarakat pedesaan pelaku utama dalam ekonomi, dan itulah yang dilakukan oleh Masyarakat Mandiri yang merupakan salah satu LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang memiliki koor/bidang pemberdayaan masyarakat, yang memiliki konsep pembiayaan dengan model syariah, namun itu adalah tugas berat kita bersama baik pemerintah dan swasta baik Lembaga Keuangan Syariah maupun lembaga lainnya yang bergerak di dalam konsep syariah untuk memberikan pengertian tentang ekonomi syariah kepada seluruh masyarakat indonesia dari berbagai lapisan masyarakat tampa kecuali. Amin………..

Leave a Reply