CoverMetode Penulisan Tugas Akhir Program Vokasi Akuntansi dengan Pendekatan Paradigma Fenomenologi.

AnwarSyamJuni2016 Metode Penulisan Tugas Akhir Program Vokasi Akuntansi Dengan Pendekatan Paradigma Fenomenologi

Jurnal Accountan Politeknik Negeri Jakarta

Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 384
Metode Penulisan Tugas Akhir Program Vokasi Akuntansi dengan Pendekatan Paradigma Fenomenologi
Anwar Syam
Jurusan Akuntansi
Program Diploma IPB, Kampus Cilibende IPB Jl. Kumbang No. 14.
anwarsyam@apps.ipb.ac.id
Abstract
With a guide number of final papers for the vocational program accounting showed him the research methods used, as a basis and guide for students of the vocational program accounting to prepare a report final project. Both the report and the PKL report written works. So this research provides an alternative thesis for the vocational program majoring in accounting. This type of research is qualitative. This study uses interpretivis paradigm that aims to interpret (to interpret) and understanding (to understand) accounting phenomenon. This research method is the phenomenological approach, which seeks to understand the meaning of events and human interaction in a particular situation. The conclusion of this study is the final project for students of vocational accounting progarm with phenomenological approach can be an alternative option to compile the final work. This can be seen as phenomenological approach fits perfectly with the characteristics of vocational students accounting program should internship or field work (PKL). Strengths and weaknesses were visible from the approach undertaken by vocational students of accounting courses that make up the final project is that the students will have a real experience and clearly how to carry out a study in the area which can not be predicted. The disadvantage is that the student should be ready to take the data directly to the object under study. Giving rise to laziness and stress levels are high enough.
Keywords: Writing vocational program in Accounting, Phenomenology approach.

Abstrak
Dengan banyaknya panduan karya tulis akhir bagi program vokasi akuntansi yang tidak memperlihat metode penelitian yang dipakai, sebagai dasar dan panduan bagi mahasiswa program vokasi akuntansi untuk menyusun laporan tugas akhirnya. Baik itu laporan PKL maupun laporan karya tulisnya. Maka penelitian ini memberikan alternatif penulisan tugas akhir bagi program vokasi jurusan akuntansi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Penelitian ini menggunakan paradigma interpretivis yang bertujuan untuk menafsirkan (to interpret) dan memahami (to understand) fenomena akuntansi. Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan fenomenologi, yaitu berusaha untuk memahami makna dari berbagai peristiwa dan interaksi manusia di dalam situasinya yang khusus. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pembuatan tugas akhir bagi mahasiwa vokasi progarm akuntansi dengan pendekatan fenomenologi dapat menjadi alternatif pilihan untuk menyusun tugas akhir. Hal tersebut dapat terlihat karena pendekatan fenomenologi sangat cocok dengan karakteristik mahasiswa vokasi program akuntansi yang harus magang atau praktek kerja lapangan (PKL). Kelebihan dan kelemahan yang terlihat dari pendekatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa vokasi program akuntansi yang menyusun tugas akhir adalah bahwa mahasiswa akan mempunyai pengalaman yang nyata dan jelas bagaimana melaksanakan suatu penelitian di dalam area yang tak dapat diprediksi. Kelemahannya adalah bahwa mahasiswa tersebut harus siap mengambil data dengan langsung kepada objek yang diteliti. Sehingga menimbulkan kemalasan dan tingkat stress yang cukup tinggi.
Kata Kunci : Karya Tulis Program Vokasi Akuntansi, Pendekatan Fenomenologi.
Pendahuluan
Latar belakang
Dengan semakin banyaknya Perguruan Tinggi yang membuka program studi vokasi atau diploma, maka semakin banyak pula mahasiswa yang terdapat dalam program vokasi dan diploma tersebut. Menurut data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Tahun 2016. Jumlah Perguruan Tinggi berbentuk Akademi dan Politeknik berjumlah 1.348. Terdiri dari Akademi sebanyak 1.107 dan Politeknik berjumlah 241 (PDPT, 2016). Menurut Undang-undaang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan.
Salah satu program studi dalam vokasi dan politeknik yang paling banyak diminati adalah akuntansi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Martini (tanpa tahun) dapat di simpulkan bahwa mahasiswa yang paling banyak mengambil program studi akuntansi di latarbelakangi oleh faktor sosial. Faktor sosial terebut tidak lepas dari
semakin besarnya peran akuntansi yang dilihat oleh para calon mahasiswa sebagai ilmu yang sangat dibutuhkan oleh dunia perusahaan saat ini.
Selain dari itu program diploma merupakan pendidikan tinggi yang merupakan kelanjutan dari pendidikan menengah (UU 12/2012). Sehingga sebagai mahasiswa dalam pendidikan tinggi setiap mahasiswa wajib untuk mendalami dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi secara bertanggung jawab melalui pelaksanaan Tridharma. Salah satunya adalah dengan karya tulis.
Baik tingkat sarjana, Magister maupun Doktor wajib melakukan karya tulis untuk menutup hasil proses pendidikan yang telah ditempuh tanpa terkecuali program vokasi. Hal tersebut sebagai bukti bahwa mahasiswa tersebut telah dapat membuat suatu karya ilmiah. Sebuah karya tulis yang mengikuti pola dan standar penelitian secara ilmiah. Sehingga laporan Tugas Akhir Mahasiswa Diploma atau Vokasi adalah karya ilmiah yang disusun oleh mahasiswa yang akan menyelesaikan tugas akhirnya berdasarkan data (primer/sekunder) disusun secara komprehensif (dengan aturan tertentu) untuk persyaratan kelulusan pada programnya (Abdillah dan Emigawaty. 2009).
Sebelum dilaksanakan penulisan tugas akhir oleh seorang mahasiswa vokasi diwajibkan untuk magang di lapangan di tempat perusahaan. Hal tersebut lazim disebut dengan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Menurut buku panduan praktik kerja lapangan program diploma IPB tahun 2015. PKL merupakan tugas akhir mahasiswa sebagai wahana proses belajar bagi mahasiswa agar mahasiswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman dunia kerja. Sehingga seorang mahasiswa dapat memiliki pengalaman yang nyata di dalam dunia kerja, dan dapat membedakan serta melihat perbedaan dan persamaan antara teori yang telah dipelajari serta kenyataan dilapangan.
Namun dibalik semua hal tersebut diatas adanya banyak perbedaan dan panduan yang ada terkait penyusunan penulisan tugas akhir terkadang menjadi hal yang menarik bagi penulis untuk diteliti. Terutama dibidang vokasi program akuntansi. Sudah sangat jelas bahwa program vokasi akuntansi sangat penting untuk melakukan praktk dilapangan dunia kerja. Karena mata kuliah yang diajarkan merupakan atau sebagian lahir dari praktik-praktik ilmu keungan di dalam dunia usaha. Sehingga seorang mahasiswa program vokasi akuntansi akan sangat terbantu sekali di dalam memahami secara langsung dunia akuntansi yang telah dipelajari di bangku kuliah. Karena teori yang di terima merupakan hal yang dipakai dalam dunia usaha.
Akan tetapi banyak sekali panduan karya tulis akhir bagi program vokasi akuntansi yang secara jelas tidak memperlihat metode yang akan dipakai, sebagai dasar dan panduan bagi mahasiswa program vokasi akuntansi untuk menyusun laporan tugas akhirnya. Baik itu laporan PKL maupun laporan karya tulisnya.
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memberikan alternatif penulisan tugas akhir bagi program vokasi jurusan akuntansi. Karena penulis melihat saat ini banyak penulisan tugas akhir pada program vokasi jurusan akuntansi yang tidak memberikan gambaran tentang metodelogi penulisan yang menjadi dasar dari karya tulis yang dhasilkan. Selain itu tulisan ini diharapkan dapat melihat lebih dalam kelebihan dan kekurangan dalam melakukan penulisan tugas akhir program vokasi jurusan akuntansi dengan pendekatan fenomenologi.
Memang sampai saat ini belum ada kewajiban yang baku untuk penulisan tugas akhir bagi program vokasi jurusan akuntansi yang di buat oleh pemerintah. Sehingga masing-masing perguruan tinggi dapat mengembangkan sendiri pola metode penelitian bagi mahasiswa vokasi jurusan akuntansi sesuai dengan karakter dan keinginan dari perguruan tinggi tersebut.
Dari sekian banyak metodelogi penelitian maupun tulisan yang ada. Penulis akan mencoba membuat suatu alternatif metodelogi penulisan tugas akhir untuk program vokasi jurusan akuntansi. Yaitu dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan ini dipillih oleh penulis karena merupakan metodelogi yang sangat tepat bagi program vokasi jurusan akuntansi. Karena melalui pendekatan fenomenologi dapat digambarkan dengan jelas suatu fenomena dalam suatu perusahaan dimana seorang mahasiswa yang akan lulus program vokasi tersebut magang.
Sehingga suatu karya tulis yang merupakan suatu tugas akhir bagi mahasiswa vokasi jurusan akuntansi memiliki metodelogi yang jelas dalam melaksanakan tugas akhirnya. Karena pada dasarnya pemilihan penggunaan metode peneltian sangat bergantung pada pertanyaan dan tujuan penelitian serta jawaban yang diharapkan (Budihardjo, 2012:7). Memang masing-masing perguruan tinggi memiliki hak untuk memutuskan dan mengambil, bahkan membuat metode penulisan sendiri untuk panduan penulisan bagi program vokasi jurusan akuntansi di tempatnya. Tetapi dengan adanya tulisan ini semoga memberikan alternatif-alternatif lain bagi panduan penulisan tugas akhir program vokasi jurusan akuntansi
Reviu Pustaka
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 386
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (UU 12/2012 Pasal 1). Sehingga pendidikan adalah suatu usaha yang secara sadar merupaan proses belajar mengajar antara peserta didik dengan yang mendidik. Masih menurut UU 12 Tahun 2012 Pasal 2. Pendidikan Tinggi adalah jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program diploma, program sarjana, program magister, program doktor, dan program profesi, serta program spesialis, yang diselenggarakan oleh perguruan tinggi berdasarkan kebudayaan bangsa Indonesia. Program diploma merupakan pendidikan tinggi atau sering disebut dengan program vokasi.
Pendidikan vokasi merupakan Pendidikan Tinggi program diploma yang menyiapkan Mahasiswa untuk pekerjaan dengan keahlian terapan tertentu sampai program sarjana terapan. Program diploma terdiri atas program (a) diploma satu; (b) diploma dua; (c) diploma tiga; dan (d) diploma empat atau sarjana terapan (UU 12/2012 Pasal 21 Ayat 3).
Menurut American Institute of Cerified Public Accounting (AICPA) dalam Harahap (2011). Akuntansi adalah proses mengidentifikasikan, mengukur dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi dalam hal mempertimbangkan berbagai alternatif dalam mengambil kesimpulan oleh para pemakainya. Sehingga akuntansi tersebut bisa disebut sebaaai bahasa atau alat komunikasi bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi keuangan berupa posisi keuangan yang tertuang dalam jumlah kekayaan, utang dan modal suatu bisnis dan hasil usahanya pada suatu waktu untuk periode tertentu (Harahap, 2011).
Dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan vokasi akuntansi adalah suatu proses usaha yang sadar dalam pendidikan tinggi untuk mempelajari secara bertahap dan menuntut kepada keahlian serta mempraktekan secara nyata, yang di dapat dalam proses menuntut ilmu, untuk memahami dan mempelajari proses mengidentifikasikan, mengukur dan menyampaikan informasi ekonomi sebagai bahan informasi kepada pihak yang membutuhkan dengan alat komunikasi bisnis yang dapat memberikan informasi tentang kondisi keuangan berupa posisi keuangan.
Metodologi
Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Menurut Creswell (2009:22) “Qualitative research is a means for exploring and understanding the meaning individuals or groups ascribe to a social or human problem”. Dimana dalam melakukan penelitian kualitatif bersifat alamiah. Karena metode penelitiannya di lakukan pada kondisi yang alami atau natural setting (Sugiono, 2014:8 dan Sudarma, 2010:101 ). Sedangkan menurut Moleong (2010:6) penelitian kualitatif dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dll, secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Sehingga seorang peneliti dapat meng interprestasikan data-data yang perolehnya (Creswell, 2009:22). Penelitian ini menggunakan paradigma interpretivis yang bertujuan untuk menafsirkan (to interpret) dan memahami (to understand) fenomena akuntansi (Triyuwono, 2013:6).
Metode penelitian ini adalah dengan pendekatan fenomenologi, yaitu berusaha untuk memahami makna dari berbagai peristiwa dan interaksi manusia di dalam situasinya yang khusus (Sriwinarti dan Triyuwono, 2010). Langkah yang dilakukan untuk melakukan penenlitina ini dlakukan dengan cara observasi terhadap kondisi yang ada dalam suatu lingkungan yang akan diteliti. Dimana observasi menurut Rahmat (2009) peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.
Pembahasan
Program vokasi biasanya masa perkuliahan dilakukan dengan cepat. Ada yang Diploma 1, Diploma 2, Diploma 3 dan Diploma 4 Terapan. Masing-masing program tersebut memiliki keunikan dan keahlian sendiri-sendiri. Hasil akhir program tersebut adalah magang di perusahaan-perusahaan yang mau menerima mahasiswa magang, dan selanjutmya mahasiswa tersebut akan membuat suatu karya ilmiah yang disebut tugas akhir.
Tugas akhir tersebut bagi program vokasi akuntansi sangat penting sekali. Karena tugas akhir tersebut merupakan hasil dari mahasiswa tersebut magang ditempat tersebut. Sehingga hasil karya akhir tersebut merupakan gambaran implementasi yang di alami oleh mahasiswa tersebut selama masa magang di perusahaan tersebut.
Gambar 1. Proses Pendidikan Program Vokasi
Pada program vokasi akuntansi, saat perkuliahan mahasiswa akan diberikan materi-materi teori yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Materi teori Perkuliahan Magang di Perusahaan Tugas Akhir
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 387
tersebut dibagi dengan dua model yaitu perkuliahan teori dan pratikum. Nilai pratikum memiliki bobot SKS yang lebih besar daripada perkuliahan teori. Karena pratikum merupakan tujuan dari pendidikan vokasi akuntansi agar mahasiswa bisa langsung mempraktekan teori yang dijadikan praktik dalam pratikum. Oleh karena itulah salah satu kelebihan dari program vokasi akuntansi. Karena teori-teori perkuliahan yang ada merupakan hasil dari praktek-praktek dalam bidang keuangan di dunia bisnis sehari-hari. Sehingga otomatis mahasiswa program vokasi akuntansi akan merasa terbiasa dengan praktik nyata di dalam perusahaan. Sehingga progarm vokasi akuntansi memberikan dan menghasilkan mahasiswa yang siap terjun kedalam dunia nyata di bidang keuangan.
Persiapan Tugas Akhir
Pada proses persiapan mahasiswa vokasi akuntansi untuk menghadapi tugas akhir, yang paling utama tentukan minat dan bakat mahasiswa tersebut. Apakah mahasiswa tersebut minat kedalam perhitungan Aset, Liabilities atau Equity. Setelah di lihat minat dan bakat yang sudah ada mahasiswa tersebut yang paling penting adalah mendapatkan tempat untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang. Hal tersebut mutlak harus dilaksanakan oleh mahasiswa tersebut agar bisa lulus.
Setelah mahsiswa tersebut telah cukup SKS atau cukup dengan syarat yang ada oleh perguruan tinggi. Maka mahasiswa tersebut wajib melaksanakan seminar proposal. Proposal seminar tersebut ada yang dilaksanakan sebelum mahasiswa magang ataupun saat mahasiswa magang. Namun sebaiknya seminar tersebut dilaksanakan setelah mahasiswa tersebut magang. Karena ketika setelah magang mahasiswa mempunyai gambaran ataupun perencanaan yang saat mempersiapkan seminar. Karena mahasiswa tersebut sudah melihat di lapangan tempat dia magang. Sehingga pengalaman tersbeut memberikan motivasi dan perencanaan yang cukup bagi mahasiswa untuk melaksankan seminar.
Dalam mempersiapkan proposal seminar hal perlu diperhatikan adalah tentukan paradigma yang akan di gunakan. Paradigma adalah pola atau model tentang bagaimana sesuatu distruktur (bagian dan hubungannya) atau bagaimana bagian-bagian berfungsi, perilaku yang didalamnya ada konteks khusus atau dimensi waktu (Moleong, 2010). Jika disederhakan paradigma adalah sebuah pola pikir manusia. Mau dibawa kemana arah penelitian ini. Bagaimana cara menyusunnya serta bagaimana cara memperoleh datanya. Menurut Kuhn dalam Sriwinarti dan Triyuwono (2010). Paradigma adalah adalah suatu cara untuk mengetahui realitas sosial yang dikostruksi melalui suatu model penyelidikan tertentu yang kemudian menghasilkan sebuah model untuk mengetahui sesuatu yang lebih spesifik.
Dalam pemilihan paradigma ini penulis menyarankan untuk mengunakan paradigma interpretivis. Penelitian yang dilakukan dalam wilayah paradigma interpretivis bertujuan untuk menafsirkan (to interpret) dan memahami (to understand) fenomena akuntansi. bagi paradigma ini, akuntansi merupakan representasi dari sebuah realitas (Triyuwono, 2013). Sehingga dengan paradigma ini akan dapat digunakan pendekatan fenomenologi sebagai alat analisisnya.
Tahapan Penulisan Tugas Akhir
Tahapan penulisan tugas akhir di mulai sejak dari persiapan seminar proposal dan sidang akhir. Tahapan penulisan tugas akhir dapat dibagai sebagai berikut :
1. Pendahuluan
2. Penelahaan Kepustakaan
3. Pembahasan
4. Kesimpulan
1. Pendahuluan
Dalam tahap pertama ini yang harus dijelaskan oleh mahasiswa adalah latar belakang munculnya penelitian. Maksud dan Rumusan masalah penelitian yang menjelsakan tentang landasan apa yang ingin di capai oleh seorang peneliti dalam tulisannnya. Sehingga seorang peneliti memiliki batasan yang ada dalam melaksanakan penelitiannya. Langkah berikutnya adalah tentukan Tujuan dan Konstrubusi penelitian. Tujuan adalah sebagai barometer dan batasan atas hasil dari penelitiannya. Selain itu tujuan juga berfungsi sebagai arah penelitian yang dilaksanakan sehingga terukur dan terarah.
Konstribusi penelitian berguna untuk memberikan masukan bagi tempat mahasiswa magang. Sehingga dengan adanya konstribusi penelitian tersebut. Perusahaan atau tempat magang mahasiswa tersebut memiliki masukan yang diberikan secara objektif oleh seorang peneliti yang sedang magang.
2. Penelahaan Kepustakaan
Pada tahap ini seorang mahasiswa program vokasi akuntansi harus bisa mencari grand theory yang akan di jadikan dasar untuk penelitan. Penelahaan pustaka ini merupakan kajian terhadap teori-teori yang relevan dengan isu penelitian. Sehingga seorang peneliti akan mempunyai pendapat yang kuat karena di ikuti dengan referensi-referensi yang ada.
Walaupun begitu penelaahan kepustakaan ini tidak harus banyak teori yang diungkapkan. Yang penting adalah relevan dengan karya tulis yang akan di buat. Penelahaan pustaka ini terutama harus diperdalam dibagian pengertian dan penjelasan-penjelasan yang mencakup definisi dari istilah yang ada.
Dalam penelahaan pustaka ini harus pula di buat rerangka pemikiran. Dengan adanya rerangka
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 388
pemikiran maka akan berfungsi sebagai pedoman dalam penulisan. Dalam rerangka pemikiran harus bisa diuraikan secara logis dan mengalir dari masalah penelitian. Dengan begitu maka penenlitian yang akan dilaksanakan akan menjadi terarah dan terukur.
3. Pembahasan
Dalam bagian pembahasan ini adalah yang paling penting. Karena dalam bagian pembahasan ini akan menjelsakan hasil dari penelitian yang dilakukan. Berdasarkan dari paradigma yang kita gunakan di atas maka dalam memperoleh data dapat dilakukan dengan 3 (tiga) hal, yaitu 1. Wawancara, 2. Observasi dan 3. Penelahaan dokumen.
Dalam memperoleh data lewat wawancara menurut Moleong (2010). Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, Perkapan itu dilakukan dengan dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara (interviewer) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Hal tersebut juga ditegaskan bahwa wawancara merupakan alat re-cheking atau pembuktian terhadap informasi atau keterangan yang diperoleh sebelumnya (Rahmat, 2009).
Dalam melaksanakan wawancara, seorang peneliti harus memberikan penjelasan yang akurat mengenai berapa orang yang akan di wawancara, siapa yang akan di wawancara dan apa kaitannya yang akan di wawancara dengan penelitian yang akan dlakukan. Juga harus memberikan apa kriteria seseorang tersebut menjadi yang akan di wawancara. Narasumber yang akan di wawancara dalam penelitian ini di sebut dengan informan.
Dalam melaksanakan teknik wawancara harus disiapkan beberapa alat yang akan digunakan sebagai bahan bukti hasil penelitian. Alat yang harus dipersiapkan tersebut bisa apa saja. Yang terpenting dapat menjadi bukti atas kejadian wawancara yang telah dilakukan. Alat tersebut seperti recorder, buku, kamera dan yang lainnya. Sebaiknya alat tersebut diberikan penomoran setelah dilakukan wawancara. Dan setiap selesai dilaksanakan wawanacar terhadap informan, seorang peneliti harus langsung merangkum hasil wawancara tersebut. Jangan di tunda-tunda karena dengan langsung merangkum tersebut maka akan langsung di ambil kesimpulan dari hasil wawancara tersebut.
Gambar 2. Metode Pengumpulan data
Tahap berikutnya adalah Observasi, Observasi adalah suatu bentuk perbuatan melihat kondisi dan memahami keadan sekitar atau teapat yang kita akan teliti. Tujuan observasi adalah menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut (Rahmat, 2009).
Observasi sangat penting sekali bagi program vokasi akuntansi yang sedang melaksanakan tugas akhirnya. Karena dengan observasi seorang mahsiswa dapat langsung melihat kondisi dan keadaan yang ada di dalam perusahaan yang sedang ia ikuti untuk magang. Dengan adanya observasi seoarng mahasiswa tersebut dapat mengambil kesimpulan atas pemantauan dari lingkungan tempat magangnya. Karena tempat praktek kerja lapangan (PKL) mahasiswa tersebut adalah objek tempat penenlitiannya.
Yang terkahir adalah penenalahaan dokumen. Dokumen sangat penting untuk menjadi metode pengumpulan data karena dokumen merupakan sejumlah fakta dan data yang tersimpan dalam bentuk dokumentasi (Rahmat, 2009). Dokumen tersebut sebelum kita telaah maupun periksa sebaiknya disortir terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar dapat meminimalisir terbuangnya waktu saat akan melaksanakan penelahaan. Sortir tersebut maksudnya adalah untuk mengambil hanya dokumen yang terkait dengan penelitian saja. Sehingga dokumen yang tidak terkait dengan penelitian tersebut dapat di abaikan.
Metode Pengumpulan Data Observasi
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 389
Hasil dari data-data yang telah dperolah tersebut dapat langsung dilakukan analisis. Dengan cara melihat fenomena yang ada dilapangan dibandingkan dengan data yang telah kita peroleh. Hasil setiap fenomena yang telah diperoleh sebaiknya dibuat kesimpulan. Hasil dari kesimpulan tersebut dpat kita rangkai dalam suatu kalimat hasil penelitian. Dengan begitu saat setiap melaksanakan analisis data dapat kita tarik suatu kesimpulan.
Hasil dari kesimpulan tersebut sebaiknya harus selalu dikaji dan dibaca kembali. Karena ada kalanya hasil dari kesimpulan yang sudah kata buat sama dengan hasil kesimpulan yang sudah kita temukan saat melaksanakan analisis data sebelumnaya. Sehingga dengan langkah tersebut akan meminimalisir duplikasi kesimpulan yang sama.
Hasil dari seluruh kesimpulan tersebut dapat kita lakukan crosschek satu dengan yang lainnya. Sehingga dengan langkah tersebut maka akan terlihat secara luas bahwa hasil penelitian yang dilakukan dengan pendekatan fenomenologi terhubung.
4. Kesimpulan
Kesimpulan merupakan hasil akhir dari tugas akhir yang sudah dibuat. Kesimpulan merupakan suatu jawaban atas tujuan yang telah ditetapkan saat kita melaksanakan penelitian. Ada baiknya kesimpulan tersebut tidak hanya bersifat jawaban atas tujuan penelitian yang kita lakukan. Sebaiknya kesimpulan juga berisi tentang Masukan dan saran bagi objek penelitian atau tempat magang yang mahasiswa lakukan. Juga berikan tanggapan yang positif terhadap tempat magang yang sudah mau menerima mahasiswa untuk praktek kerja lapangan (PKL).
Karena dengan adanya masukan dan juga tanggapan yang positiv terhadap perusahaan atau tempat magang yang telah menerima mahasiswa. Maka akan tercipta suatu harmonisasi yang terikat antara mahsiswa dengan perusahaan atau objek tempat mahsiswa PKL. Sehingga akan memperlihatkan suatu tindakan ucapan terima kasih secara tidak langsung dari mahasiswa yang magang di tempat tersebut kepada pimpinan perusahaan tempat mahasiswa magang.
Kesimpulan
Dari hasil kajian diatas dapat disimpulkan bahwa pembuatan tugas akhir bagi mahasiwa vokasi progarm akuntansi dengan pendekatan fenomenologi dapat menjadi alternatif pilihan untuk menyususn tugas akhir. Hal tersebut dapat terlihat karena pendekatan fenomenologi sangat cocok dengan karakteristik mahasiswa vokasi program akuntansi yang harus magang atau praktek kerja lapangan (PKL). Karena pendekatan fenomenologi berusaha untuk memahami makna dari berbagai peristiwa dan interaksi manusia di dalam situasinya yang khusus.
Kelebihan dan kelemahan yang terlihat dari pendekatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa vokasi program akuntansi yang menyusun tugas akhir adalah bahwa mahasiswa akan mempunyai pengalaman yang nyata dan jelas bagaimana melaksanakan suatu penelitian di dalam area yang tak dapat diprediksi. Kelemahannya adalah bahwa mahasiswa tersebut harus siap mengambil data dengan langsung kepada objek yang diteliti. Sehingga menimbulkan kemalasan dan tingkat stress yang cukup tinggi. Karena setiap selesai mendapatkan data harus dilakukan tinjauan kembali terhadap data yang telah ada dan dilakukan kesimpulan.
Namun dibalik itu semua semoga tulisan ini memebrikan suatu gambaran tentang adanya alternatif lain tentang tatacara penyusunan tugas akhir bagi mahasiswa vokasi jurusan akunatansi. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat merangsang penulis-penulis lain untuk memberikan idenya terhadap tatacara penyusunan penulisan tugas akhir bagi mahasiswa program vokasi jurusan akuntansi yang akan menyelesaikan tugas akhir.
Daftar Pustaka
Pangkalan Data Perguruan Tinggi. 2016. Grafik Jumlah Perguruan Tinggi. http://forlap.ristekdikti.go.id/perguruantinggi/homegraphpt (dikunjungi, 9/5/2016, 11:36 WIB)
Martini. Tanpa Tahun. Analisa Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pemilihan Jurusan Akuntansi Sebagai Tempat Kuliah Di Perguruan Tinggi. Fakultas Ekonomi Universitas Budi Luhur Jakarta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi.
Abdillah, Leon Andretti dan Emigawaty. 2009. Analisis Laporan Tugas Akhir Mahasiswa Diploma I Dari Sudut Pandang Kaidah Karya Ilmiah Dan Penggunaan Teknologi Informasi (Pada Program Studi Manajemen Informatika DI). Jurnal Ilmiah MATRIK, 11(1) : 19-36.
Program Diploma IPB. 2015. Buku Panduan Praktik Kerja Lapangan. Program Diploma Institut Pertanian Bogor.
Budihardjo, Andreas. 2012. Telaah Singkat Metode Penelitian Kuantitatif vs Kualitatif. DRPM gazette, 5(4) : 17-20.
Creswell, Jhon W. 2009. Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. USA: SAGE Publications.
Sugiono. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 390
Sudarma, Made. 2010. Paradigma Penelitian Akuntansi dan Keuangan. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1 (1) , 97-108.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Triyuwono, Iwan. 2013. Makrifat Metode Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Untuk Pengembangan Disiplin Akuntansi. Makalah ini diseminarkan dalam acara Simposium Nasional Akuntansi ke-16 di Manado pada tanggal 25-27 September 2013.
Sriwinarti, Ni Ketut dan Iwan Triyuwono. 2010. Pemilihan Paradigma Penelitian Akuntansi: Analisis Berdasarkan Pewarigaan dan Kecerdasan Manusia. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 1 (2), 1-19.
Rahmat, Pupu Saeful. 2009. Penelitian Kualitatif. Jurnal Equilibrium, 5(9), 1-8.
Harahap, Sofyan Syafri. 2011. Teori Akuntansi. Jakarta: Rajawali Press, PT. RajaGrafindo Persada.
Moleong, Lexy J. 2010. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Account: Anwar Syam
Politeknik Negeri Jakarta Halaman 391

Siklus PBJ

Image (40)Image (42)

Jurnal Anwar ok

 

 

 

 

 

 

 

Jurnal Pengadaan Edisi 4

Bersama Kepala LKPP

Bersama Kepala LKPP

Bersama ULP KPK

Bersama ULP KPK

konstruksi sipil  Matriks Perpres 4 Tahun 2015 perubahan ke-4 Tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

sumber : http://ners.fkep.unand.ac.id/in/peraturan/kepegawaian/daftar-tunjangan-jabatan-fungsional-pns

No JABATAN FUNGSIONAL INSTANSI PEMBINA RUMPUN JABATAN PERPRES
Tentang
Tunjangan Jabatan Fungsional
1. Adikara Siaran Kem. Komunikasi dan Informatika Operator Alat-Alat Optik dan Elektronik 68 Tahun 2007
2. Administrator Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
3. Agen Badan Intelijen Negara (BIN) Penyidik dan Detektif 48 Tahun 2007
4. Analis Kebijakan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Manajemen
5. Analis Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manajemen 17 Tahun 2013 dan Lampiran
6. Analis Pasar Hasil Pertanian Kem. Pertanian Asisten Profesional yang berhubungan dengan Keuangan dan Penjualan
7. Andalan Siaran (AS) Kem. Komunikasi dan Informatika Operator Alat-Alat Optik dan Elektronik 68 Tahun 2007
8. Apoteker Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
9. Arsiparis Arsip Nasional (ANRI) Arsiparis, Pustakawan dan yang berkaitan 46 Tahun 2007
10. Asisten Apoteker Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
11. Assesor SDM Aparatur Badan Kepegawaian Negara (BKN) Manajemen
12. Auditor Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Akuntan dan Anggaran 66 Tahun 2007
13. Auditor Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN) Akuntan dan Anggaran
14. Bidan Kem. Kesehatan Kesehatan 9 Tahun 2010
15. Diplomat Kem. Luar Negeri Politik dan Hubungan Luar Negeri 22 Tahun 2008
16. Dokter Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
17. Dokter Gigi Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
18. Dokter Pendidik Klinis Kem. Kesehatan Kesehatan 42 Tahun 2009
19. Dosen Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan tingkat Pendidikan Tinggi 65 Tahun 2007
20. Epidemiologi Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
21. Entomolog Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
22. Fisikawan Medis Kem. Kesehatan Kesehatan 42 Tahun 2009
23. Fisioterapis Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
24. Guru Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Tingkat Taman Kanak-kanak, Dasar, Lanjutan dan Sekolah Khusus 108 Tahun 2007
25. Inspektur Ketenagalistrikan Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan 71 Tahun 2007
26. Inspektur Minyak dan Gas Bumi Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan 71 Tahun 2007
27. Inspektur Tambang Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Pengawas Kualitas dan Keamanan 71 Tahun 2007
28. Instruktur Kem. Tenaga Kerja Pendidikan lainnya 58 Tahun 2007
29. Jaksa Kejaksaan Agung Hukum dan Peradilan 158 Tahun 2000
30. Juru Sita dan Juru Sita Pengganti Kejaksaan Agung Hukum dan Peradilan 25 Tahun 2007
31. Kataloger Kem. Pertahanan Pengawas Kualitas dan Keamanan
32. Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi Mahkamah Konstitusi Hukum dan Peradilan 87 Tahun 2012
33. Medik Veteriner Kem. Pertanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
34. Nutrisionis Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
35. Okupasi Terapis Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
36. Operator Transmisi Sandi Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) Operator alat-alat dan elektronik 105 Tahun 2006
37. Ortosis Prostesis Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
38. Pamong Belajar Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Lainnya 108 Tahun 2007
39. Pamong Budaya Kem. Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Penerangan dan Seni Budaya 74 Tahun 2007
40. Paramedik Veteriner Kem. Pertanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
41. Pekerja Sosial Kem. Sosial Ilmu Sosial dan yang berkaitan 61 Tahun 2007
42. Pembimbing Kesehatan Kerja Kem. Kesehatan Kesehatan
43. Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan
44. Pemeriksa Bea dan Cukai Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan 53 Tahun 2007
45. Pemeriksa Merk Kem. Kehakiman dan HAM Hak Cipta, Paten dan Merek 41 Tahun 2007
46. Pemeriksa Pajak Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan 53 Tahun 2007
47. Pemeriksa Paten Kem. Kehakiman dan HAM Hak Cipta, Paten dan Merek 41 Tahun 2007
48. Penata Ruang Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 20 Tahun 2013 dan Lampiran
49. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Peneliti dan Perekayasaan 100 tahun 2012
50. Penera Kem. Perdagangan Pengawas Kualitas dan Keamanan 70 Tahun 2007
51. Penerjemah Sekretariat Negara (Sekneg) Manajemen 70 Tahun 2008
52. Pengamat Gunung Api Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Fisika, Kimia dan yang berkaitan 67 Tahun 2007
53. Pengamat Meteorologi dan Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Fisika, Kimia dan yang berkaitan 56 Tahun 2007
54. Pengantar Kerja Kem. Tenaga Kerja Ilmu Sosial dan yang berkaitan 62 Tahun 2007
55. Pengawas Benih Tanaman Kem. Pertanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
56. Pengawas Bibit Ternak Kem. Petanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
57. Pengawas Farmasi dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pengawas Kualitas dan Keamanan 52 Tahun 2007
58. Pengawas Keselamatan Pelayaran Kem. Perhubungan Teknisi dan Pengontrol Kapal dan Pesawat
59. Pengawas Ketenagakerjaan Kem. Tenaga Kerja Pengawas Kualitas dan Keamanan 51 Tahun 2007
60. Pengawas Lingkungan Hidup Kem. Lingkungan Hidup Pengawas Kualitas dan Keamanan
61. Pengawas Mutu Hasil Pertanian Kem. Petanian Ilmu Hayat 39 Tahun 2009
62. Pengawas Mutu Pakan Kem. Petanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
63. Pengawas Penyelenggara Urusan Pemerintah di Daerah Kem. Dalam Negeri Manajemen 4 Tahun 2012
64. Pengawas Perikanan (merger dengan Pengawas Benih Ikan) Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 32 Tahun 2007
65. Pengawas Radiasi Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) Fisika, Kimia dan yang berkaitan 57 Tahun 2007
66. Pengawas Sekolah Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan lainnya 108 Tahun 2007
67. Pengembang Teknologi Pembelajaran Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Lainnya 22 Tahun 2013
68. Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah Pengawas Kualitas dan Keamanan
69. Pengendalian Dampak Lingkungan Kementrian Negara Lingkungan Hidup Ilmu Hayat 35 Tahun 2007
70. Pengendali Ekosistem Hutan Kem. Kehutanan Ilmu Hayat 34 Tahun 2007
71. Pengendali Frekuensi Radio Kem. Perhubungan Operator alat-alat optik dan elektronik 33 Tahun 2008
72. Pengendali Hama dan Penyakit Ikan Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 32 Tahun 2007
73. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan Kem. Petanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
74. Penggerak Swadaya Masyarakat Kem. Tenaga Kerja Ilmu Sosial dan yang berkaitan 63 Tahun 2007
75. Penghulu Kem. Agama Keagamaan 73 Tahun 2007
76. Penguji Kendaraan Bermotor Kem. Perhubungan Pengawas Kualitas dan Keamanan 107 Tahun 2006
77. Penguji Mutu Barang Kem. Perdagangan Pengawas Kualitas dan Keamanan 70 Tahun 2007
78. Penilai Pajak Bumi dan Bangunan Kem. Keuangan Ass Prof yang berhubungan dengan keuangan dan penjualan 53 Tahun 2007
79. Penilik Kem. Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan lainnya 108 Tahun 2007
80. Penyelidik Bumi Kem. Energi dan Sumber Daya Mineral Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 38 Tahun 2007
81. Penyuluh Agama Kem. Agama Keagamaan 50 Tahun 2007
82. Penyuluh Kehutanan Kem. Kehutanan Ilmu Hayat 19 Tahun 2013 dan Lampiran
83. Penyuluh Keluarga Berencana Badan Koodinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Ilmu Sosial dan yang berkaitan 64 Tahun 2007
84. Penyuluh Kesehatan Masyarakat Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
85. Penyuluh Perikanan Kem. Kelautan dan Perikanan Ilmu Hayat 61 Tahun 2010
86. Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Kem. Perindustrian Ilmu Sosial yang berkaitan 60 Tahun 2007
87. Penyuluh Pajak Kem. Keuangan Imigrasi, Pajak dan Ass Prof yang berkaitan 53 Tahun 2007
88. Penyuluh Pertanian Kem. Pertanian Ilmu Hayat 16 Tahun 2013
89. Penyuluh Sosial Kem. Sosial Ilmu Sosial dan Yang Berkaitan 11 Tahun 2009
90. Perancang Peraturan Perundang-undangan Kem. Kehakiman dan HAM Hukum dan Peradilan 43 Tahun 2007
91. Perantara Hubungan Industrial Kem. Tenaga Kerja Hukum dan Peradilan 42 Tahun 2007
92. Perawat Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
93. Perawat Gigi Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
94. Perekam Medis Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
95. Perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Peneliti dan Perekayasa 31 Tahun 2007
96. Perencana Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Manajemen 44 Tahun 2007
97. Petugas Pemasyarakatan Kem. Kehakiman dan Ham Hukum dan Peradilan 72 Tahun 2007
98. Polisi Kehutanan Kem. Kehutanan Penyidik dan Detektif 18 Tahun 2013 dan Lampiran
99. Pranata Hubungan Masyarakat Kem.Komunikasi dan Informatika Penerangan dan Seni Budaya 29 Tahun 2007
100. Pranata Komputer Badan Pusat Statistik Kekomputeran 39 Tahun 2007
101. Pranata Laboratorium Kesehatan Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
102. Pranata Laboratorium Pendidikan Kem.Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan Lainnya 21 Tahun 2013 dan Lampiran
103. Pranata Nuklir Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Fisika, Kimia dan yang berkaitan 55 Tahun 2007
104. Psikolog Klinis Kem.Kesehatan Kesehatan 42 Tahun 2009
105. Pustakawan Perpustakaan Nasional (PERPUSNAS) Arsiparis, Pustakawan dan yang berkaitan 47 Tahun 2007
106. Radiografer Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
107. Refraksionis Optisien Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
108. Sandiman Lembaga Sandi Negara (LEMSANEG) Penyidik dan Detektif 79 Tahun 2008
109. Sanitarian Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
110. Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Matematika, Statistika dan yang berkaitan 40 Tahun 2007
111. Surveyor Pemetaan Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (BAKORSURTANAL) Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 37 Tahun 2007
112. Teknik Jalan dan Jembatan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36 Tahun 2007
113. Teknik Pengairan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36 Tahun 2007
114. Teknik Penyehatan Lingkungan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36 Tahun 2007
115. Teknik Tata Bangunan dan Perumahan Kem. Pekerjaan Umum Arsitek, Insinyur dan yang berkaitan 36 Tahun 2007
116. Teknik Elektromedis Kem. Kesehatan Kesehatan 54 Tahun 2007
117. Teknisi Gigi Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
118. Teknisi Penelitian dan Perekayasaan BPPT Peneliti dan Perekayasaan 31 Tahun 2007
119. Teknisi Penerbangan Kem. Perhubungan Teknisi dna Pengontrol Kapal dan Pesawat 69 Tahun 2007
120. Teknisi Siaran Kem.Komunikasi dan Informatika Operator Alat-Alat Optik dan Elektronik 68 Tahun 2007
121. Teknisi Transfusi Darah Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
122. Terapis Wicara Kem. Kesehatan Kesehatan 34 Tahun 2008
123. Widyaiswara Lembaga Administrasi Negara (LAN) Pendidikan lainnya 59 Tahun 2007

Bahan bacaan:

  1. Peraturan Presiden Nomor 97 tahun 2012 tentang Perubahan atas Keputusan Presiden no. 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No.16 Tahun 1994 Tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994, tentang Pengangkatan Dalam Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil,
  4. Keputusan Presiden Nomor 87 tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil,
  5. Daftar Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu) update Pengelola Web Kopertis XII per Agustus 2013
  6. Daftar Jabatan Fungsional Khusus (Tertentu) update Kepmenpan & RB per Mei 2013
  7. Peraturan/Keputusan Presiden Tahun 1980  s/d Agustus 2013 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional PNS
  8. Pedoman Umum Penyusunan Jabatan Fungsional, Kantor Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, 9 Juli 1988

DSC_0477Pada tahun 2014, Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Dit. Diktendik), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) kembali menyelenggarakan pemilihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berprestasi Tingkat Nasional. Penghargaan ini diberikan kepada kepada mahasiswa, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan berprestasi di Indonesia, termasuk pengelola keuangan.

Anwar Syam, SE, salah satu staf Kantor Audit Internal (KAI) IPB (sekarang staf Unit Layanan Pengadaan IPB) mendapatkan penghargaan sebagai Juara 1 Pengelola Keuangan Berprestasi Tingkat Nasional 2014. Anwar membuat Sistem Monitoring Audit Internal Keuangan Perguruan Tinggi (SIMAIK-PT) sebagai karya inovasi unggulnya.

“Aplikasi SIMAIK-PT ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh hasil pemeriksaan internal maupun eksternal melalui pengelolaan keuangan. Selama ini, sistem yang ada belum bisa melihat apa yang menjadi titik rawan  dari hasil pemeriksaan tersebut. Target aplikasi ini adalah seluruh pimpinan unit kerja, bahkan pimpinan IPB dapat mengetahui titik rawan tersebut,” papar Anwar.

SIMAIK-PT memilki beberapa kelebihan, dari segi waktu, apabila menggunakan aplikasi konvensional membutuhkan waktu 30 hari sedangkan dengan aplikasi ini hanya membutuhkan waktu satu hari. Dengan aplikasi ini, sumberdaya manusia yang diperlukan pun berkurang, yang tadinya lima menjadi satu orang saja. Penggunaan aplikasi ini terbukti mengurangi biaya dan menambah kecepatan kerja dan memudahkan waktu untuk pencarian data.

DSC_0453

foto bersama Menteri Riset dan Teknologi dan Perguruan Tinggi Republik Indonesia (Prof. M. Natsir) 

Laporan dari Tindak Lanjut Hasil Audit (TLHA) yang sudah dilakukan dapat terlihat langsung up to date di dalam aplikasi ini. Aplikasi ini juga dapat menghasilkan laporan hard copy dan soft copy. Aplikasi ini berbasis Microsoft Excel yang sangat familiar digunakan, sekaligus dapat secara otomatis melihat, mengkelompokan, dan merangkum titik rawan temuan institusi berdasarkan kodefikasi yang sudah ditentukan oleh Badan Pengawas Keuangan (BPK) Republik Indonesia (RI) melalui Keputusan BPK RI No.5/K/I-XIII.2/8/2010 tentang Petunjuk Teknis Kodering Temuan Pemeriksaan BPK RI.

“Bagian-bagian dalam aplikasi ini adalah terdiri dari empat bagian yaitu Input, Tabel, Peta Tindak Lanjut Hasil Audit (TLHA), dan Kodefikasi,” kata Anwar. Input berfungsi sebagai file database yang meng-input seluruh hasil temuan yang ada dari hasil pemeriksaan, yang selanjutnya akan menjadi dasar dari bagian-bagian yang lain. Sedangkan tabel temuan adalah rekam jejak dari tabel jumlah hasil temuan yang diperoleh, sehingga memudahkan pimpinan untuk melihat kelompok mana saja yang paling banyak menjadi temuannya.

Menariknya, aplikasi ini dilengkapi dengan peta TLHA berfungsi sebagai laporan dari hasil temuan yang diperoleh sehingga pimpinan bisa mengetahui harus fokus dimana hasil temuan yang ada dan dapat mengetahui hasil temuan mana yang sudah ditindaklanjuti atau belum oleh perguruan tinggi.

Pria kelahiran Bogor 29 tahun silam ini menyatakan, “Peta ini ditandai dengan warna. Warna hijau menandakan bahwa di kode tersebut tidak ada temuan hasil pemeriksaan. Warna kuning menandakan bahwa terdapat 1-2 temuan yang belum ditindaklanjuti. Sedangkan warna merah menandakan bahwa terdapat lebih dari 2 temuan yang belum ditindaklanjuti.”

“Kodefikasi berfungsi sebagai acuan dalam pengelompokan hasil temuan pemeriksaan yang ada, sehingga saat operator ataupun pimpinan ingin mengetahui kode-kode itu artinya apa, hanya perlu meng-klik bagian ini agar dapat diperoleh pengertian dari kode-kode tersebut,” kata Anwar.

Aplikasi ini masih awal dan diharapkan dapat dikembangkan karena memiliki potensi besar sehingga pimpinan unit kerja dan pimpinan IPB dapat mengakses ini dengan mudah secara online dengan Local Area Network (LAN) atau Wide Area Network (WAN).

“Suatu aplikasi atau sistem pada dasarnya memiliki tujuan untuk memudahkan pekerjaan bukan berarti membuat rumit. Kebanyakan sekarang yang ada malah membuat pekerjaan semakin rumit. Saya membuka peluang bagi teman-teman pengelolaan keuangan yang lain untuk mengembangkan aplikasi ini agar dapat digunakan secara luas. Semoga dengan aplikasi ini transparansi dalam pengelolaan keuangan muncul, keterbukaan informasi tercipta, dan sistem pengelolaan keuangan yang akuntabel dalam artian, tepat waktu, efektif, efisien, ekonomis, dapat dipercaya serta dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasilnya terlegitimasi.” (RF)

Menpan larang PNS rapat di hotel

Kamis, 6 November 2014 20:02 WIB | 3.848 Views
Menpan larang PNS rapat di hotel

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi memberikan keterangan kepada wartawan sebelum bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di kantor Wapres, Jakarta, Kamis (6/11). (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Jakarta (ANTARA News) – Pegawai negeri sipil dilarang menyelenggarakan rapat atau melakukan kegiatan dinas di hotel.

Selanjutnya, pegawai negeri  harus menggunakan fasilitas negara untuk tugas, kata Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddi Chrisnandi.

“Kami sudah mengeluarkan surat edaran untuk seluruh kegiatan penyelenggara pemerintah agar menggunakan fasilitas negara,” kata Yuddi kepada pers di Kantor Wapres Jakarta, Kamis.

Hal tersebut disampaikan usai dirinya diterima Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menerima arahan, saran dan petunjuk berkaitan dengan tugas-tugas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negera dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) terkait melaksanakan gerakan revolusi metal melakukan reformasi birokrasi di seluruh organisasi di kegiatan pemerintah.

Menteri mengemukakan, keberadaan fasilitas negara harus bisa digunakan secara maksimal untuk berbagai kegiatan tugas sehingga tidak lagi harus dilakukan di luar kantor seperti di hotel.

“Nanti dari kami akan menyiapkan inpresnya agar itu berlaku kepada seluruh kementerian, lembaga juga dilaksanakan di daerah,” katanya.

Kegiatan tersebut, katanya, tidak hanya berlaku di pemerintah pusat tapi juga berlaku di daerah seluruh Indonesia.

“Kita sudah sampaikan ke pemda dan kalau masih ada yang bandel berarti keterlaluan,” katanya.

sumber : http://www.antaranews.com/berita/462882/menpan-larang-pns-rapat-di-hotel

sumber : http://berita.plasa.msn.com/internasional/petani-cina-dapat-bonus-rp-26-miliar-tunai

petani

Petani di Desa Jianshe, Cina, mendapatkan bonus uang tunai yang sebelum dibagikan dipertontonkan kepada warga di alun-alun desa.

Warga desa menunggu pemberian bonus akhir tahun mereka di desa Jianshe, Liangshan, Provinsi Sichuan, Cina, 14 Januari 2014. Jumlah uang yang dibagikan kepada warga sebesar 13.115.000 yuan (Rp 26,21 miliar) ditempatkan di tengah alun-alun sebelum didistribusikan sebagai bonus untuk sekitar 340 warga desa sebagai imbalan atas investasi mereka dalam penanaman dan pembibitan koperasi di desa di tahun 2013.